Senin, 21 Agustus 2017

Rumah Dijual Murah di Bandung dan Sekitarnya




Ketika menjejakkan di Bandung, pastilah suasana yang sejuk dan menyenangkan yang tergambar. Kota ini memang padat, tapi tetap menampilkan keindahan tiada tara. Alamnya dipenuhi rentetan perbukitan serta pegunungan yang menyajikan pemandangan terbaik. Kota Bandung terkenal sebagai surganya belanja di Indonesia yang juga mampu mendongkrak perekonomian di wilahnya itu. Hal ini berpengaruh pada harga rumah dijual murah di kota Bandung.
Belum lagi karena menjamurnya Universitas ternama di Bandung seperti ITB, Universitas Parahyangan dan Universitas Padjajaran membuat kebutuhan tempat tinggal semakin meningkat. Selain sebagai hunian nyaman mereka juga memerlukan tempat untuk menjalankan bisnisnya. Itulah yang menjadikan harga lahan dan rumah di kota Bandung semakin menjadi. Di tahun 2014 perkembangan properti di kota ini berkisar lebih 15%.
foto hanya ilustrasi

Pertumbuhan harga properti semakin tinggi pada rumah dijual murah di kawasan elit. Kawasan elit ini umumnya terletak di daerah yang ramai dengan tersedianya berbagai fasilitas umum. Agung Podomoro Land, Ciputra Group, Lippo Group dan juga Summarecon Group merupakan para pengembang besar yang memanfaatkan lahan-lahan elit di Bandung.
Untuk bisa menakhlukkan persaingan, para developer selalu berinovasi untuk menyuguhkan pemukiman nyaman dan enak dipandang. Salah satunya seperti yang dilakukan oleh Ciputra group yang menciptakan proyek pemukiman Citra Green Dago. Pemukiman ini mengusung konsep green living dengan sekitar 80% lahannya ditujukan untuk area hijau. Sedangkan wilayah Bandung yang pada perumahan nampak di bagian utara seperti Dago dan Rancaekek.
Perumahan ini dipenuhi fasilitas terbaik dan pusat gaya hidup yang membuatnya menjadi perburuan banyak orang. Pasar perumahan di Bandung utara ini menyasar untuk kalangan menengah keatas. Kisaran harga rumah antara Rp 500 juta hingga Rp 1,5 miliar. Sedangkan harga rumah dijual murahnya bisa Rp 250 jutaan. Jika ingin mencari rumah murah di Bandung, Anda perlu sabar mencarinya, jangan terburu-buru.
Saat harga lahan di utara Bandung kian meninggi, Anda bisa memburu rumah dijual di Bandung ke area selatan seperti area Buahbatu. Anda bisa memilih wilayah Kopo, Soreang dan Margasih karena disana ada rencana pembangunan jalan tol Soreang-Pasir Koja. Sehingga, sangatlah tepat bila Anda membeli rumah dijual murah di sekitarnya. Potensi perkembangan wilayahnya yang cukup jelas itu akan memberikan keuntungan sendiri bagi Anda.
Mulailah untuk mencari rumah dijual murah sekitar Bandung dengan memanfaatkan Urbanindo.com untuk hasil akurat, cepat, mudah dan hemat.
Share:

Rabu, 09 Agustus 2017

Batik Hokokai


Batik Jawa Hokokai adalah batik yang diproduksi orang Indonesia berdarah Tionghoa dengan pola dan warna yang dipengaruhi budaya Jepang dengan latar pola batik keraton. Batik ini mulai berkembang pada masa pendudukan Jepang di Indonesia. Ragam hias yang biasanya ada pada batik Jawa Hokokai adalah bunga sakura, krisant, dahlia dan anggrek dalam bentuk buketan atau lung-lungan dan ditambah ragam hias kupu-kupu, selain itu ada pula ragam hias burung merak yang memiliki arti keindahan dan keagungan
Batik Hokokai diciptakan para pengusaha berdarah Tionghoa dengan tujuan menyesuaikan diri dengan pemerintahan Jepang. Nama Jawa Hokokai diambil dari nama organisasi yang membantu kegiatan Jepang menciptakan kemakmuran di Asia yang dalam berbagai kegiatan bekerjasama dengan orang Jawa. Dalam sejarah kemerdekaan Indonesia, kita mengenal organisasi “Jawa Hokokai” (Himpunan Kebaktian Rakjat Djawa), yaitu perkumpulan yang dibentuk oleh imperialis Jepang pada tanggal 1 Maret 1944, sebagai pengganti organisasi Putera. Jawa Hokokai meerupakan organisasi resmi pemerintah yang berada di bawah pengawasan pejabat Jepang. Berdirinya organisasi ini sebagai pelaksana pengerahan / mobilisasi barang yang berguna untuk kepentingan perang.
salah satu jenis batik hokokai wikipedia.org

Kain-kain batik Jawa Hokokai yang dipamerkan di Gedung Arsip Nasional itu hampir semuanya merupakan batik pagi-sore dengan warna yang cemerlang. Kupu-kupu merupakan salah satu motif hias yang menonjol selain bunga. Meskipun kupu-kupu tidak memiliki arti khusus untuk masyarakat Jepang, tetapi orang Jepang sangat menyukai kupu-kupu. Namun, kupu-kupu dianggap bukan merupakan pengaruh Jepang, melainkan pengaruh dari juragan Tionghoa yang membuat batik di workshop mereka. Untuk orang Tionghoa, terutama yang berada di Indonesia, kupu-kupu merupakan lambang cinta abadi seperti dalam cerita Sampek Engtay.
Setelah Perang Dunia II usai, Jepang takluk dan angkat kaki dari Indonesia, batik sebagai industri mengalami masa surut. Namun, motif-motif batik terus berkembang, mengikuti suasana. Ketika itu juga muncul istilah seperti batik nasional dan batik Jawa baru. Batik Jawa baru bisa disebut sebagai evolusi dari batik Hokokai. Pada tahun 1950-an batik yang dihasilkan masih menunjukkan pengaruh batik Hokokai yaitu dalam pemilihan motif, tetapi isen-isen-nya tidak serapat batik Hokokai.

            Artis batik yang kembali mengangkat kembali motif Hokokai adalah Iwan Tirta. Pada tahun 1980-an Iwan menginterpretasi ulang motif batik Jawa Hokokai dalam bentuk desain yang baru. Ia memperbesar motif bunga seperti krisan dan mawar serta menambahkan serbuk emas 22 karat sebagai cara untuk mempermewah penampilan batik tersebut. Untuk pergelarannya pada akhir tahun ini, Iwan juga membuat motif kupu-kupu dalam ukuran besar.

Beberapa ciri khas batik Hokokai antara lain:
  • Adanya pola “frame” yang biasa disebut “susimoyo” – yaitu ragam hias bunga yang diatur sebagai pola pinggiran – ada yang memanjang di sisi bawah dari kiri ke kanan, atau di 3 sisi kain, yaitu sisi kiri, bawah dan kanan. Susunan seperti ini adalah adaptasi dari ragam hias kimono Jepang.
  • Ragam hias menggunakan motif-motif bunga sakura, krisan, dahlia dan anggrek (jenis bunga-bunga yang disukai oleh Jepang) dalam bentuk buketan / lung-lungan yang berulang-ulang, yang merupakan adaptasi dari motif buketan semarang.
  • Ragam hias tambahan berupa kupu-kupu (pengaruh Tionghoa yang merupakan lambang cinta abadi seperti dalam legenda Sampek Engtay), atau gambar burung yang selalu menggunakan burung merak yang memiliki arti keagungan.
  • Latar belakang (isen-isen) yang penuh dan padat di bagian tengah kain dengan menggunakan motif-motif keraton, seperti kawung dan parang.
  • Menggunakan banyak variasi warna yang cerah.
  • Pada masa ini jenis batik pagi-sore juga banyak digunakan dalam batik Hokokai.

Share:

BTemplates.com

Diberdayakan oleh Blogger.